Saya baru saja membaca blog seorang teman tentang bagaimana perempuan sering sekali menuntut banyak hal akan kriteria calon pendamping hidupnya nanti tapi seringkali justru lupa untuk menyiapkan dirinya juga pantas bagi si pendamping hidup. Sejujurnya, saya agak sedikit tersentil dengan tulisan ini. Saya menuntut cukup banyak untuk pendamping hidup saya nanti. Saya mau pendamping hidup saya dewasa dalam pemikiran, mapan, punya penghasilan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan saya, perhatian, bisa main piano, bisa masak walaupun sedikit, bisa menyetir mobil, dan masih segudang kriteria lain. Ya, saya memang perempuan penuntut.
Tapi tulisan teman saya menyadarkan saya, pantaskah saya untuk memiliki pendamping yang memenuhi kriteria tersebut? Pantaskah saya untuk dicintai olehnya? Mungkin dia bisa menerima segala kekurangan saya awalnya, tapi nanti setelah beberapa tahun kita bersama, masihkah dia mau menerima kekurangan saya?
Boleh dibilang saya bisa melakukan beberapa hal yang cukup “perempuan”. Saya bisa memasak, membuat kue, merajut, menyulam, sedikit berdandan, dan saya juga tipe perempuan yang memperhatikan penampilan. Tapi, apakah itu cukup? Apakah itu bisa menutupi kekurangan saya? Secara emosi saya masih sangat tidak stabil, saya bisa tertawa lepas namun sedetik kemudian saya bisa marah tak terkendali. Saya masih kekanak-kanakan. Saya egois, saya tidak mau mengalah. Saya cenderung dominan.
Pantaskah saya untuk dicintai wahai pria pendamping hidup saya kelak?
Tuhan, tolong bantu saya untuk memantaskan diri saya agar saya dapat mendampingi pria tersebut sepanjang hidup saya kelak.