Sudah hampir tiga tahun saya kuliah di teknik kimia ITB dan selama hampir tiga tahun itu juga saya mendengar teman-teman saya mereka salah jurusan lah, menyesal masuk tekim lah, benci tekim atau apapun itu kata-katanya. Jujur, saya juga pernah merasakan yang sama walau cuman sebentar. Yang bikin saya bingung, kenapa sih sampe sekarang masih ada temen saya yang ngga bosen-bosennya ngeluh kaya gitu. Toh ini sudah jadi pilihan hidup mereka ketika itu. Mau ngga mau kan harus dijalanin. Nah sekarang tergantung mereka mau ngejalaninnya gimana.
Yang sebenernya sangat saya sayangkan, temen-temen saya ini ngga bisa menikmati jalan hidup mereka, semata-mata karena mereka selalu aja berhasil nemuin sisi negatif dari tekim, entah itu tugasnya banyak, ujiannya susah, atau standar nilai yang terlalu tinggi. Semua pikiran negatif ini seakan-akan menjadi masalah yang sangat besar buat mereka yang menghalangi mereka untuk melihat sebegitu banyaknya sisi positif dari kuliah di sini. Misalnya aja, kuliah di tekim ITB semakin memperluas kesempatan kerja, selain itu kita bisa dapet pendidikan mutu paling baik di indonesia. Belum lagi kita bisa belajar banyak dari para dosen-dosen yang notabene adalah orang-orang yang sangat ahli di bidangnya.
Ayolah temen-temen coba kita mulai nikamtin pilihan hidup kita. Saya tahu ini berat buat kalian, begitu juga buat saya. Tapi kata pepatah juga bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian kan? Lagipula orang macam apa kita yang bisa-bisanya nyia-nyiain kesempatan sebesar ini. Orang lain mah boro-boro kuliah di ITB, bisa lulus SD aja udah syukur alhamdulillah. Ayo kita manfaatin sisa waktu kita disini ngga hanya buat mengeluh, mengeluh dan mengeluh


.jpg)
